OPTIMASI BAHAN PENUTUP BENIH DALAM BUDIDAYA TANAM LANGSUNG TRUE SHALLOT SEED (TSS)

Gina Aliya Sopha, Rofik Sinung Basuki

Abstract


Benih botani bawang merah atau True Shallot Seed (TSS) merupakan bahan tanam alternatif dalam budidaya bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pembuatan pelet TSS serta mengetahui pengaruh penutup benih terhadap pertumbuhan dan hasil umbi bawang merah yang ditanam langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kersana Brebes dengan ketinggian 10 m dpl pada bulan Juni – September 2010. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa kombinasi bahan tanam yaitu biji TSS tunggal dan pelet TSS dengan berbagai bahan penutup tanah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelet TSS memiliki tingkat daya kecambah serta hasil yang rendah dibandingkan TSS tunggal, namun ukuran umbi tidak berbeda. Sedangkan bahan penutup, tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil TSS. Perlakuan terbaik diperoleh pada bahan tanam berupa TSS tunggal dengan penutup benih berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang.

Keywords


allium; benih botani bawang merah; Brebes; alluvial; tanam langsung

References


Basuki, R., 2009: Analysis of Technical and Economical Feasibility of Shallots Cultivation from True Shallot Seed and Traditional Bulb Seed. Jurnal Hortikultura 19, 214-227.

Halmer, P., 2008: Seed technology and seed enhancment. ActaHortic. 771, 17-26.

Rofik, A. and E. Murniati, 2008: Pengaruh perlakuan deoperkulasi benih dan media perkecambahan untuk meningkatkan viabilitas benih aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.). Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) 36, 33-40.

Rosliani, R., E. Palupi and Y. Hilman, 2012: Penggunaan Benzil Amino Purin dan Boron untuk Meningkatkan Produksi dan Mutu Benih True Shallots Seed Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum) di Dataran Tinggi. Jurnal Hortikultura 22, 242-250.

Rosliani, R. and N. Sumarni, 2002: Pengaruh Kerapatan Tanaman, Naungan, dan Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Produksi Umbi Bawang Merah Mini Asal Biji. Jurnal Hortikultura 12, 28-34.

Solikin, S., 2008: Pengaruh media tumbuh terhadap perkecambahan biji tanaman Lo (Ficus racemoca L. var. elongata (King) Barrer). Berita Biologi 9, 225-227.

Sopha, G., N. Sumarni, W. Setiawati and S. Suwandi, 2016: Teknik Penyemaian Benih True Shallot Seed untuk Produksi Bibit dan Umbi Mini Bawang Merah. Jurnal Hortikultura 25, 318-330.

Sopha, G., M. Syakir, W. Setiawati, Suwandi and N. Sumarni, 2017: Teknik Penanaman Benih Bawang Merah Asal True Shallot Seed di Lahan Suboptimal. Jurnal Hortikultura 27, 35-44.

Sopha, G. A. and R. S. Basuki, 2010: Pengaruh komposisi media semai lokal terhadap pertumbuhan bibit bawang merah asal biji (True Shallot Seed) di Brebes new Bionatura 12.

Sugiarti, H., 2011: Pengaruh pemberian kompos batang pisang terhadap pertumbuhan semai jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) Departemen Silvikultur. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sumarni, N. and R. Rosliani, 2002: Pengaruh Kerapatan Tanaman dan Konsentrasi Larutan NPK (15: 15: 15) terhadap Produksi Umbi Bawang Merah Mini dalam Agregat Hidroponik. J. hort 12, 11-16.

Sumarni, N., G. A. Sopha and R. Gaswanto, 2012: Respons Tanaman Bawang Merah Asal Biji True Shallot Seeds terhadap Kerapatan Tanaman pada Musim Hujan. Jurnal Hortikultura 22, 23-28.

Suriadikarta, D. A., 2009: Pembelajaran dari kegagalan penanganan kawasan PLG sejuta hektar menuju pengelolaan lahan gambut berkelanjutan Pengembangan Inovasi Pertanian 2, 229-242.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ABSTRACTING & INDEXING

       

------------------------------------------------------------------------------

Creative Commons License
This Jurnal Galung Tropika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JGT diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare.

Kampus II, Jl. Jend. Ahamad Yani KM. 6 Parepare Sulawesi Selatan 91113