TINGKAT PENERAPAN AGRIBISNIS PADA USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA SIPATUO KECAMATAN PATAMPANUA KABUPATEN PINRANG

Muhdiar Muhdiar

Abstract


Kabupaten Pinrang salah satu sentra pengembangan tanaman jagung hibrida di Sulawesi Selatan. Tahun 2014 mampu menyumbangkan produksi sebesar 29.723 ton jagung pipil yang tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Patampanua yang berdasarkan data mampu memproduksi jagung pipil sebesar 90.119 ton, setiap tahunnya meningkat 3.35 ton. Sementara peningkatan tersebut belum mampu menutupi laju permintaan. Ini menunjukkan produksi jagung hibrida  perlu ditingkatkan. Terutama dalam hal penerapan pola agribisnis yang berhubungan dengan penyiapan dan pengadaan sarana produksi, proses produksi, proses pasca panen, proses pemasaran dan kelembagaan pendukung. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat penerapan agribisnis jagung Hibrida sebagai pedoman para petani jagung hibrida dalam mengelola usahataninya di Desa Sipatuo Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Penentuan responden adalah 10 % yang dipilih dari total populasi 210 petani, yaitu 21 orang yang dipilih dengan acak sederhana. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan sistem agribisnis dalam usahatani jagung hibrida yang meliputi subsistem faktor penyiapan dan pengadaan sarana produksi, faktor produksi, proses pascapanen, dan proses pemasaran hasil produksi. Berdasarkan  penelitian yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 13 orang atau 61,90% dan termasuk dalam kategori rendah sebanyak 8 orang atau 38,10%. Nilai skoring responden yang diperoleh adalah kategori tinggi sebesar 426 dan kategori rendah sebesar 194. Hal ini menujukkan bahwa pada umumnya petani responden melakukan penerapan agribisnis pada sub-sub sistem tersebut sesuai dengan anjuran karena beberapa factor penghambat misalnya kurangnya modal usahatani, masih rendahnya tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap dan akses Pasar. Rata-rata jumlah produksi dan usahatani jagung hibrida responden sebesar 5.766 kg.ha-1, dengan total biaya produksi yang dikeluarkan Rp.5.516.000 ha-1. Harga jagung hibrida pipil kering yang berlaku pada saat penelitian berlangsung adalah 2.900 kg.

Keywords


agribisnis, produksi jagung, pendapatan petani

References


Arikunto, 2002. Prosedur penelitian, suatu pendekatan praktek. Rineka cipta. Jakarta.

Bungin, B., 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

BPS Kabupaten Pinrang, 2015 Pinrang Dalam Angka. Kabupaten Pinrang.

BPS Propinsi Sulsel, 2015. Sulawesi Selatan Dalam Angka, Makassar.

Danie, 2004. Usahatani dan Masalahnya. Penebar Swadaya, Jakarta.

Soekartawi, 2002. Manajemen Pemasaran Hasil-hasil Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v5i3.189

Article Metrics

Abstract view : 43 times
ARTICLE (Indonesian) - 53 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Index by:

------------------------------------------------------------------------------

Creative Commons License
This Jurnal Galung Tropika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JGT diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare.

Kampus II, Jl. Jend. Ahamad Yani KM. 6 Parepare Sulawesi Selatan 91113

e-pos (surel): jgt@jurnalpertanianumpar.com