KARAKTERISTIK SUBSTRAT UNTUK PENEMPELAN TELUR CUMI-CUMI DI PULAU PUTE ANGING KABUPATEN BARRU

Muhammad Aras, Hasmawati Hasmawati

Abstract


Cumi-cumi adalah salah satu sumberdaya hayati laut yang bernilai ekonomis penting dan merupakan komoditi ekspor. Cumi-cumi biasanya memilih kedalaman dan berbagai tipe substrat untuk menempelkan telurnya. Letak substrat yang dipilih adalah pada tempat yang agak samar dan tersembunyi pada kedalaman 1-7 meter. Telur cumi-cumi di  Pulau Pute Anging Kabupaten Barru, ditemukan pada kedalam 5 dan 7 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik substrat penempelan telur cumi-cumi di perairan Pulau Pute Anging Kab. Barru. Pengumpulan data dilakukan pada Januari hingga Juni 2013 dengan pengamatan langsung. Data dianalisis deskriptif dengan cara tabulasi berdasarkan karakteristiknya untuk memberikan gambaran situasi tentang substrat penempelan telur cumi-cumi yang sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik substrat penempelan telur yang mempengaruhi cumi-cumi untuk menempelkan telurnya adalah keadaan substrat  aman, terlindung dan tersamar, bentuk dan model substrat  bulat batangan. Faktor Oseonografi yang berpengaruh adalah suhu 29-30°C, salinitas 31-32 per mil, kecepatan arus 0.02-0.05 m/detik, jarak pandang 4-5 meter, kedalaman 3-7 meter dan dasar perairan berpasir sedikit lumpur.

References


Aras, M dan Hasmawati (2008). Uji Coba Pemasangan Atraktor Cumi-Cumi di Perairan Pulau Pute Anging Kabupaten Barru. Lutjanus: Bulletin Politeknik Pertanian Bidang Perikanan No 14. Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

Baskoro, M.S, dan Mustaruddin (2007). Atraktor Cumi-Cumi: Teknologi Potensial dan Tepat Guna untuk Pengembangan Kawasan Pantai Terpadu (Squids Attractors: Potential and Appropriate Technology for Integrated coastal Development). Prosiding Perikanan Tangkap. IPB-IRC. Bogor.

Downey, N.J., Roberts, M.J., and Baird, D. (2010). An investigation of the spawning behaviour of the chokka squid Loligo reynaudii and the potential effects of temperature using acoustic telemetry. ICES Journal of Marine Science, 67: 231–243.

Hanlon, R.T., Smale. M.J., and Sauer, W.H.H. (2002). The mating system of the squid loligo vulgaris Reynaudii (cephalopoda, mollusca) off south africa: Fighting, guarding, sneaking, mating and egg laying Behavior.

Tallo I. (2006). Perbedaan Jenis dan Kedalaman Pemasangan Atraktor Terhadap Penempelan Telur Cumi-cumi. (Tesis) Sekolah Pasca Sarjana IPB. Bogor.

Von Brandt, A. (1984). Fish Catching Methods of the World. Third Edition. 432 pp. Farnham, Surrey: Fishing News Books Ltd.




DOI: http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v5i1.126

Article Metrics

Abstract view : 104 times
ARTICLE (Indonesian) - 108 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Index by:

------------------------------------------------------------------------------

Creative Commons License
This Jurnal Galung Tropika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JGT diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare.

Kampus II, Jl. Jend. Ahamad Yani KM. 6 Parepare Sulawesi Selatan 91113

e-pos (surel): jgt@jurnalpertanianumpar.com